Tampilan Simple by: DRC 001. Powered by Blogger.

Tombol Share

       
   

HEBOH! Benarkah Agus Tay Dikeroyok Dan Akan Di Bunuh Di Dalam Lapas Kerobokan Bali?


Agustinus Tay Handamay tersangka pembunuhan berencana terhadap Angeline Christine Magawe (8), mengaku ketakutan selama dititipkan di Lapas kelas II A Kerobokan Denpasar, Bali. Kuasa hukum Agus, Haposan Sihombing mengatakan, pemuda 25 tahun ini dipukuli tiga orang napi di Blok G ruang Mapaling (masa pengenalan lingkungan).

"Ya benar pengeroyokan itu di dalam ruangan, tempat Agus dititipkan. Ada tiga orang, saya sudah tanyakan langsung dan mengaku badannya nyeri semua. Dia merasa terancam, ketakutan," ungkap Haposan di Denpasar, Bali, Rabu (16/9).

Haposan menceritakan bahwa pemukulan oleh tiga orang napi di dalam Lapas Kerobokan terjadi beberapa jam setelah pelimpahan di Kejaksaan Negeri Bali tahap II.

"Jadi usai dilimpahkan di Kejaksaan, Agus langsung dititipkan penahanannya di Lapas. Saat itu aksi pengeroyokan terjadi," jelasnya.

Ketiga pelaku sudah diamankan petugas dan sudah minta maaf pada Agus. Motif dari pengeroyokan ini karena para napi menyangka Agus yang jadi pelaku utama pembunuhan bocah imut itu. Katanya, begitu memasuki Blok G, kliennya belum sempat duduk sudah dihampiri dan ditanya.

"Saat itu klien saya ditanya kamu yang bunuh Angeline ya. Kenapa kamu bunuh anak kecil itu, belum sempat dijawab Agus sudah langsung ditendangi dan dipukuli," papar Haposan.

Haposan tidak yakin jika para napi di dalam LP tersebut tidak mengetahui perkembangan kasus Angeline. Dia menduga ada upaya menggagalkan kehadiran Agus sebagai saksi kunci dalam perkara pembunuhan Angeline dengan tersangka Margriet.

"Saya yakin orang yang pukulin Agus, tau bukan klien saya pelaku utamanya. Jangan sampai ini upaya untuk menggagalkan Agus hadir di persidangan dengan tersangka Margriet. Tetapi saya sudah minta pihak kepala Lapas untuk menjaga keselamatan Agus," pungkasnya.

Hal senada juga Siti Sapurah, Pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Dia mencurigai pengeroyokan terhadap tersangka Agus sudah terencana. Sapurah melihat ada upaya untuk menghilangkan atau bahkan membunuh saksi kunci dalam kasus ini. 

"Ini sudah terencana, kemungkinan dugaan saya aksi ini merupakan pesanan dari luar untuk mengintimidasi Agus saat bicara di persidangan nantinya. Kami minta pihak Lapas bisa mengawasi dan menjaga keselamatan Agus, karena dia saksi kunci dalam perkara ini," tegas wanita yang akrab disapa Ipung ini.

Sementara itu, Kuasa hukum Hamidah (ibu kandung Angeline), Harris Arthur Hedar meminta pengeroyokan terhadap Agus dapat didalami secara serius. Menurutnya, beruntung nyawa Agus masih bisa diselamatkan dalam tindakan brutal tersebut. 

"Seandainya, Agus yang merupakan saksi mahkota kasus Angeline meninggal dunia, maka bisa saja pengeroyokan tersebut merupakan upaya rekayasa untuk menghabisi nyawa Agus sehingga kasus kematian Angeline tidak terjawab," papar Harris yang merupakan Head of Corporate Lawyer Lion Group, ini.

Secara terpisah, Kalapas Kerobokan Sudjonggo membantah dirinya mendiamkan aksi pengeroyokan tersebut. Dirinya hanya meyakinkan bahwa aksi adanya pengeroyokan yang disebutkan tidak diketahui oleh anggotanya yang bertugas jaga. 

"Saya tidak tahu kejadian itu ada, saya akan tanya anggota saya soal kebenaran itu," pungkasnya.

baca juga kasus angeline tanpa sensor: disini

Comments
0 Comments

0 Komentator:

Post a Comment

Thx for Your Visit! Keep Order! and please "comment" for Testimonial:

 
Modified by AQW pemain Indo Forum from Blogger Bali, Pasar Bali Code Sponsors: Agung Onie Code, Denpasar Riders Code